Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hadist Tentang Menghibur Orang Mukmin, Bahan Ceramah dan Khutbah

مَا جَاءَ فِي ثَوَابِ مَنْ عَزَّى مُصَابًا 
 عنْ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ : مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ بِمُصِيبَةٍ إِلَّا كَسَاهُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ مِنْ حُلَلِ الْكَرَامَةِ يَوْمَ الْقِيَامَة
 سنن ابن ماجه - رقم : (1601)  الحديث حسن . 
 dari amr bin hazam Ra, dari Nabi Muhammad saw, tidaklah seorang mukmin mentakziah / melipur lara saudaranya yang terkena musibah kecuali Allah akan memakaikan untuknya kemuliaan di hari kiamat.


▪️قال المناوي رحمه الله :

ما من مؤمن يعزي أخاه بمصيبة : أي يصبره عليها بما يأتي في خبر من عزى مصابا ، إلا كساه الله من حلل الكرامة يوم القيامة ، فيه أن التعزية سنة مؤكدة، وأنها لا تختص بالموت فإنه أطلق المصيبة وهي لا تختص به إلا أن يقال إنها إذا أطلقت إنما تنصرف إليه لكونه أعظم المصائب، والتعزية في الموت مندوبة قبل الدفن وبعده .

📚 فيض القدير : (495/5) .

Manawi berkata : tidaklah seorang mukmin mentakziah saudaranya yaitu memberikannya kesabaran berupa hal yang menimpanya,

takziah sunnah muakkadah, tidak terkhusus semata untuk meninggal,karena disebutkan untuk segala musibah dan tidak dikhususkan bagi orang yang sudah meninggal, adapun takziah disebutkan sebagai untuk orang yang meninggal, karena meninggal adalah musibah terbesar, dan takziah disunnahkan sebelum dafan ataupun sesudahnya


Post a comment for "Hadist Tentang Menghibur Orang Mukmin, Bahan Ceramah dan Khutbah"