Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khutbah Jumat NIAT BAGI KEPALA KELUARGA SAAT MEMBERI NAFKAH

 PENTINGNYA NIAT BAGI KEPALA KELUARGA SAAT MEMBERI NAFKAH

‌‌‎

Pentingnya niat bagi seorang suami atau ayah sebagai kepala rumah tangga, ketika memberikan nafkah kepada anggota keluarganya.


قال النبي ﷺ :

(إن المسلم إذا أنفق على أهله نفقة يحتسبها كانت له صدقة) . 

رواه البخاري ومسلم 

قال القرطبي: 

أفاد منطوقه أن الأجر في الإنفاق إنما يحصل بقصد القربة سواء كانت واجبة أو مباحة 

وأفاد مفهومه أن من لم يقصد القربة لا يؤجر لكن تبرأ ذمته من النفقة الواجبة


📚 فتح الباري، ج ١ ، ص ١٣٦ 📚


RasūluLlāh ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya seorang muslim apabila ia memberikan nafkah kepada keluarganya dengan niat untuk mendapatkan pahala, maka nafkah tersebut bernilai sedekah."

(HR. Al-Bukhāriy dan Muslim)


Imām al-Qurthubiy rahimahuLlāh berkata:

"Lafadz hadits ini memberikan faidah bahwa pahala pemberian nafkah (seorang suami atau ayah sebagai kepala rumah tangga kepada keluarganya) akan didapatkan apabila ia meniatkannya untuk mendekatkan dirinya kepada Allāh, baik nafkah itu sifatnya wajib maupun sunnah.

Dan yang bisa difahami dari hadits ini, bahwa barangsiapa memberikan nafkah kepada keluarganya namun ia tidak berniat untuk mendekatkan diri kepada Allāh, maka ia tidak akan diberi pahala. Hanya saja ia telah terbebas dari kewajiban memberikan nafkah (jika itu nafkah wajib)."



 [ Fath-ul Bāriy ]

Post a comment for "Khutbah Jumat NIAT BAGI KEPALA KELUARGA SAAT MEMBERI NAFKAH"